Saturday, April 26, 2008

arti cinta

“Diperlukan waktu bermiliar-miliar tahun untuk menciptakan seorang manusia. Dan diperlukan hanya beberapa detik untuk mati”


"Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri"
Komen : well.. standar cewe, klo dikejar ngerasa keganggu sok jual mahal, giliran kita udah males, eh... dia-nya yg malah penasaran ngedeketin, basi mbak... buletinnya udah terbit, ada malaikat di sarang laba2

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukan dari pemberian semata-mata
Komen : ya iya lah... kesucian seorang cewe harus dikorbankan, dipersembahkan 'tuk kaum cowo, tul gak? tp boleh juga sih klo diberi gratis

Cinta tidak selalu bersama jodoh tetapi jodoh selalu bersama cinta
Komen : pantes jodoh gw belum dateng, lagi bareng cinta toh? all... ada no hp si cinta gak? mau sms, soalnya jodoh gw lagi gak bisa dihubungi

Cinta pertama adalah kenangan. Cinta kedua menjadi pengajaran. Dan cinta yang seterusnya adalah keperluan
Komen : yg perlu kamu atau "ade" kamu? jangan dusta ah

Usah diratapi perpisahan dan kegagalan bercinta karena hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia.
Komen : tul, ejakulasi dini jangan disesali, tapi diobati, minta advice aja ke om proffesional ini

Menurut gw, cinta ini adalah sebuah curahan hati yg terdalam, perwujudan kasih sayang.
Terkadang kita terbelenggu dgn kerinduan akan kasih sayang seorang wanita.
Tapi ketika kita flash back ke kehidupan yg kita jalani, ternyata banyak cinta yg telah kita abaikan.
Kalau saja cinta seorang istri sepanjang sisa umur dia atau kita, maka cinta orang tua ternyata seumur hidup kita atau sisa umur mereka. Gw lagi nikmatin hidup gw, gw gak punya pacar, sometimes its feel suck to be single, tapi... belakangan gw sadari gw punya cinta dari Tuhan, orang tua, keluarga & temen2.
Gw gak takut apapun, Tuhan selalu bersama saya.

Subhanallah...

Cita2 Gw - part-1

Gw jarang punya cita2 yg serius. Dulu waktu kecil, gw suka ngeliatin kenek angkot. Gw pikir asik yah jd kenek, bisa pegang uang banyak. Trus gw ngomong ke bokap, "Pak, aku pengen jadi kenek angkot." Bokap gw bilang "Jadi kenek angkot susah, biar megang uang banyak tapi suka dipalakin sama calo." oooohhhh....

Trus waktu SMP gw suka pelajaran sejarah, gw ngomong ke nyokap, " Bu, aku pengen jadi ahli sejarah" Nyokap ketawa, dia bilang ahli sejarah duitnya kecil. Terakhir gw coba ikut arus, pengen jadi dokter, eh... gw keder begitu liat buku referensi om gw yg dokter bedah. Akhirnya gw jalanin masa sekolah gw kayak layang2 putus, tanpa cita2.

TK gw didaftarin TK punya tetangga, SD gw asal tunjuk ajah, "Pak! pengen sekolah di SD itu ajah!" sambil nunjuk SD di pinggir jalan. SMP, well... ortu desperate nem gw kecil, yg penting masuk negeri ajah. SMA : pilihan bokap, wkt smp gw didoktrin "Rial! ntar kamu masuk SMA itu yah?!". Kuliah juga sama, cuma bayangan gw sejujurnya dulu ITB itu tempat kursus komputer, soalnya bokap bilang si ITB banyak komputernya.

Sekarang gw kerja, dulu ngelamar di perusahaan2 besar kayak keinginan bokap, eh... malah kedampar di lab kampus & pu. Sekarang sih lumayan udah di perusahaan bagusan. Tapi... semua ada positif negatifnya bro. Nih gw kassih jabaran :
1. kerja di lab, asyik... bisa sambil pacaran tapi sekarang udah jadi mantan
negatifnya : gaji kecil, kerjaan gak jelas, gak ngembang
2. kerja di pu, duitnya banyak, bisa ngobrol sama orang asing : gw dikasih jam tangan bo dari swiss, dibeliin dari singapur mantak kalipun! dipinjemin motor pula, sering dijamu di restoran mewah
negatifnya : namanya juga pns, males gw klo kudu ngejilat2, mending klo yg dijilat super sexy girl, nah klo jande? ogah brur....
3. kerjaan gw sekarang, yah... bukan foreign company sih, tapi lumayan bermutu, gaji ok punya
negatifnya : gw dipaksa hidup di desa tertinggal bos! mana jarang cewe cakep lajang kliaran pula, yah... sedih dah

Sampe sekarang gw masih ngejalanin hidup gw kayak layangan putus. Belon ada cita2 yg real, bahkan bayangan mau kerja di mana kelak. Apa ini tempat terbaik bwt gw? Hopefully.... Setidaknya selama gw lajang & belum ngeraba masa depan gw ngerasa ini tempat terbaik.

Gak ada yg ideal bro. Gak semua berjalan sesuai keinginan kita. Gimana pun manusia itu berevolusi. Evolusi berlangsung menuju peningkatan kompleksitas yang dibarengi dengan munculnya kesadaran yang mencapai puncaknya pada spiritualitas manusia. Pada akhirnya, evolusi akan menemui Tuhan sebagai sumber dari segala mahluk dan terutama sebagai sumber dari kekuatan yang meniscayakan berlangsungnya proses evolusi.
cieh.. cieh...

Ok minggu depan gw lanjut lagi, thanks for read this mamene....

10 alasan bwt pake kondom

1. tipis bo... cm 0.003 mm, ga berasa pake
2. alat kontrasepsi, ya iya lah... masa ya iya dong
3. pencegah penyakit
4. menguntungkan bagi perempuan
sangat relevan, drpd alat kb yg ditanem di tubuh cewe? tul ga?
belon lagi efek samping kayak kanker kelenjar susu
5. efek samping rendah bwt cewe, ga ada ancaman jadi gendut, mual2, alergi dll sm alat kb
6. lagi ngetrend di kalangan AGJ, anak gaul jakarta
7. bahan pembicaraan klo ngedeketin cewe kutu buku
"eh... udah baca komik super kondom ga? lucu yah..."
gw serius, cek aja di gramed
8. kemungkinan bocor 1 banding sejuta, klo takut bocor pake doble ajah
9. keren ajah, coba ke apotek, "bu... beli durex, extra safe sm featherlite"
keren...... bandingin sm : "bu... beli irex" kayak orang lemah syahwat
nafsu besar tenaga kurang
10. variatif, misal durex, ada featherlite yg tipis bwt sm istri, extra safe sm pembantu, extra size bwt didoble sm mentimun, optimum bwt sm selingkuhan, strawberry bwt sm abg, dll

coba bro... gak kerasa kok bedanya antara pake & ga pake

Wednesday, September 12, 2007

To Be Named Novel - Part-1

Kisah ini dimulai pada suatu malam setelah aku berburu senja. Saat itu pertengahan April dan nampaknya gerimis musim hujan kemarin masih tersisa. Awan mendung menggantung meneteskan rintik-rintik hujan yang menetes lembut membasahi wajahku. Aku tersenyum, nampaknya alam pun bersimpati terhadap kesenduan hatiku.
Aku selalu menyukai hujan, Aku tak memungkiri bahwa kekasihku yang dulu lah yang mengajariku untuk melihat lebih dekat dengan kehalusan-kehalusan alam. Dan bagiku, berdansa dengan perempuan yang kucintai di bawah percikan gerimis yang menebarkan bau tanah yang basah adalah sangat romantis.
Aku mulai berjalan menyusuri jalan Dago di kota Bandung. Di sekelilingku, beberapa muda mudi bergandengan dan berpelukan di bawah payung saling memadu kasih, berbagi canda tawa. Apakah mereka pernah merasa kehilangan? Tahukah mereka bahwa banyak orang terkena skizofrenia karena gagal dalam cinta? Aku tidak yakin, wajah mereka memancarkan sinar kepolosan, biarlah mereka menikmati anugerah cinta yang diberikan Tuhan.
Tiba-tiba mataku tertumbuk pada sebuah restoran jepang. Aku tidak lapar, tetapi ada sesuatu yang memanggilku di sana. Dulu, aku cukup sering makan bersama mantan kekasihku di foodcourt. Aku selalu memesan masakan jepang dan jus alpukat, sementara dia memesan bakso malang dan milkshake. Huh… lagi-lagi aku terkenang masa lalu, ya sudahlah… tidak ada salahnya untuk duduk sebentar di restoran itu. Aku bisa memesan tempura atau ubur-ubur dingin serta minuman hangat sambil merokok beberapa batang menikmati gerimis hujan. Toh aku punya banyak waktu.
Aku melangkahkan kaki ke tengah restoran kemudian memandang sekeliling. Ruang restoran nampak cukup penuh. Sejumlah pasangan dan keluarga nampak menyantap makanannya sambil saling berbicara. Suara alunan musik, obrolan-obrolan, derai tawa dan tangisan seorang anak kecil memenuhi ruang tengah restoran ini.
“Pak, maaf… restoran penuh dan banyak meja yang sudah dipesan” suara pelayan restoran kepadaku, seorang laki-laki setengah baya dalam balutan jas, membuyarkan lamunanku. Nampaknya ia tidak terlalu suka penampilanku yang berantakan. Rambut dan jaketku basah sementara celana jeans dan sepatu kets-ku dipenuhi bercak-bercak tanah. Aku tahu restoran ini restoran adalah berbintang, tapi aku bersikeras untuk tinggal, toh aku punya cukup uang untuk membayar tagihanku. Mataku terantuk pada sebuah meja kecil yang terhalang pilar restoran. Sebuah kursi masih kosong.
“Masih ada kursi kosong di sana” aku menjawab lelaki itu tanpa memandangnya.Tanpa menunggu jawaban pelayan itu aku berjalan menuju kursi tersebut. Lelaki itu menggerutu pendek kemudian mengibaskan tangannya.
Aku berjalan melewati meja demi meja. Sesosok mata perempuan kecil menatapku aneh. Aku menjulurkan lidahku kemudian ia membalas dengan menggembungkan pipinya. Nampaknya ia tidak takut terhadapku. Aku tersenyum manis kepadanya, kemudian dia tertawa, mengeluarkan beberapa celoteh kata sambil menjulurkan tangan kecilnya mencoba menggapaiku. Sepertinya orang tuanya tidak terlalu suka dengan kelakuanku.
Aku meneruskan langkahku menuju kursiku, namun aku terdiam ragu saat tiba di tujuan. Ternyata ada dua kursi lain di meja itu, dan sudah terisi. Seorang pria dalam balutan kemeja duduk menghadap seorang wanita berkerudung, si pria nampak menikmati makanannya sementara sang wanita tengah melamun sambil memandang hujan ke luar jendela. Minumannya masih penuh belum tersentuh sama sekali. Ada seikat mawar kuning di hadapannya.
Aku meletakkan tangan di punggung kursi kosong itu dan bertanya pada si pria, “Maaf, apakah kursi ini sudah terisi?”
Yang ditanya mengangkat kepala, menunjukkan wajah terganggu, namun kemudian menggelengkan kepala. Aku tersenyum berterima kasih, kemudian duduk. Si wanita memalingkan wajahnya melihatku, aku tersenyum… akan tetapi senyumku memudar dengan cepat. Wanita itu sama terkejutnya denganku. Seseorang dari masa lalu... astri...

--- to be continued ---

Wednesday, August 8, 2007

Venus Poem

Taburan bintang di mayapada angkasa

Menyilaukan mata

Membutakan hati

Hanya kesemuan yang terlihat

Dan berharap terbangun

tuk menyongsong mentari


Ketika kau terbangun

Kau kan sadari

Berharap tuk lihat cahaya menyilaukan lagi

Berharap akan kerlingan bintang yang kau pilih

Yang kan terangi mimpimu

Yang kan sinari kehidupanmu

Tuk raih semua asa dan citamu

Arti sebuah takdir…

To the point… apakah astri adalah takdirku? Wakakakakak…..

Bukankah demikian?

Apabila kita sudah merasakan rasa ketertarikan yang kuat semenjak kita bersama-sama dulu… Bukankah astri adalah gugusan Pleaidesku, bintang-bintang yang tergelincir?

Bintang-bintang yang bergerombol karena terlalu kuat saling tarik menarik.

Gugusan bintang yang tergelincir. Gugusan yang terlihat sebagai bintang yang terang sekali di malam hari. Seperti kita berdua… manusia-manusia yang tergelincir… dalam cinta.

Sebuah pertanyaan sederhana. Apakah astri adalah mata rantai kodratku yang hilang? Karena astri ditakdirkan menjadi istriku. Karena kemarin sewaktu aku mengintip buku besar Tuhan, kulihat astri adalah istriku.

Sebuah jawaban sederhana. Apabila sahrial suamiku? Takdirku? Maka aku akan berjuang untuk melawan takdir itu. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mengubahnya.

Tidak! Manusia tidak bisa mengubah takdir. Di sini di mana kita berada dalam dunia yang terikat dalam waktu, waktu terdiri dari pecahan-pecahan kepingan, yaitu masa lalu, sekarang, dan masa depan. Ada saat-saat beruntung dimana kau bisa melihat masa depan yang muncul dihadapanmu. Astri menjadi polisi, misalnya. Atau astri menjadi istriku. Semua itu adalah satu gerakan matriks dalam kehidupan.

Mengacu kepada hal-hal tadi, inilah dunia manusia-manusia yang beruntung diberi kesempatan oleh Tuhan untuk dapat melihat masa depan.

Kelompok pertama adalah mereka yang menyerahkan semuanya kepada alam karma. Waktu akan memberitahu apa yang terjadi di masa depan. Manusia segera menghentikan pekerjaan yang sedang dilakukan dan menggantinya dengan hal lain hingga cocok dengan karmanya. Seorang tukang kebun yang melihat dirinya menjadi dokter di masa depan tentu tidak akan menyia-nyiakan waktunya dengan pupuk dan rumput. Ia akan melompat pergi minta pinjaman bank untuk masuk sekolah kedokteran. Dan dalam kasus ini, sebagai kelompok pertama yang bisa melihat masa depan, sewajarnya astri wajib menerima kecupanku bahkan memutuskan hubungannya dengan laki-laki lain karena toh di masa depan pada akhirnya astri akan menjadi istriku.

Kelompok kedua adalah mereka yang seumur hidupnya menunggu keberuntungan untuk bisa untuk bisa melihat masa depan. Manusia-manusia malang inilah yang kemudian memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa karena khawatir apapun yang mereka lakukan tidak selaras dengan karmana atau tidak berguna di masa depan. Seperti misalnya, aku sebaiknya tidak menjalin hubungan dengan siapapun karena aku tidak tahu siapakah pasanganku kelak. Apa gunanya berpacaran dengan si A kalau pada akhirnya aku akan menikah dengan si B?

Dan kelompok terakhir adalah kelompok yang tidak mempedulikan masa depan mereka dan tidak mempercayai karma. Apabila tidak berhasil melihat potongan masa depan tidak juga membuat mereka mengelak melakukan sesuatu yang sedang dan ingin dilakukannya. Apabila berhasil pun, mereka bersusah payah untuk mengubahnya bahkan tidak memperdulikannya.

Sepertinya sudah tidak perlu dijelaskan aku ada di kelompok mana.

Pertanyaan kedua. Apakah yang aku lakukan adalah sebuah pemaksaan kehendak?

Sebuah perlawanan dari pengingkaran karma?

Huh…. Aku ingin memutar jarum waktu. Lalu bisa muncul dalam kondisi yang sudah nyaman.

Tapi berapa tahun ke depan?

Tidak inginkah dia melihat perjuanganku untuknya?

Dia tidak akan pernah bisa melihatku melamarnya, kemudian orang tuanya memarahiku mengatakan aku adalah orang yang tidak tahu diri, tapi aku akan tetap bersikukuh untuk menikahinya.

Dia tidak akan pernah melihatku menunggu di bawah siraman air hujan di depan rumahnya, karena dilarang bertemu denganku.

Dia tidak akan bisa merawatku yang terkena flu sesudah itu, dia tidak akan merasakan jatuh sakit tertular flu-ku dan membiarkanku merawatnya.

Kita pun tidak akan menikmati masa-masa muda kita.

Kita akan muncul di ujung waktu dalam usia yang jauh lebih tua.

Gembira atau tidak. Senang atau susah. Senyum atau air mata. Dalam putaran kehidupan, semua itu hanyalah jalan.

Pertanyaan ketiga. Jalan apakah yang aku pilih?

Aku memilih jalan yang berkelok, jalan yang mendaki, jalan yang sulit.

Karena apabila kita memilih jalan yang termudah, maka selamanya kita akan memiliki hati yang lari.

Gugusan Pleaides adalah sebuah impian.

Apapun yang terjadi, kita bergerak dalam lingkaran karma.

Seperti putaran bumi yang memisahkan kita dari polaris.

Perlahan tapi pasti, kita akan kehilangan polaris, yang tergantikan sosok sang vega.

Dan setelah beberapa milenia berlalu, sang bintang utara akan menjenguk kita kembali dalam singgasananya.

Sebuah pertanyaan penutup

HoW LoNg MuSt i Be FaR aWaY fRoM u..
i DoN't kNoW DeaR BuT..
i kNoW We aRe oNe..

Sebuah kata perpisahan yang tak pernah terucap

punclut, pagi berkabut juni 2007




Remember the day we met?

You know what?

Even if your boyfriend didn’t bring you to my home that day

Even if you didn’t call me in kokesma

Or even if we passed each other by on the street

We would’ve ended up together

I wish I could do more to you while I had the chance

You’ve given me so much more than I deserved.

I’m sure… I’m the happiest man on earth.


But…


It’s good thing we met, don’t you think?




Thank you…



So much




For loving me




------------------------------------------------------------

Sebuah tangis tanpa air mata

Untuk tiap kecupan pada semua mawar putih

Dalam gemetar yang sama, debaran jantung yang sama


Tertutup mawar putih terakhir

Untuk bunga Lily yang tak pernah merekah

Seribu kata terima kasih. Sejuta kata maaf

Untuk yang takkan terlupakan